Pages

Kamis, 26 Maret 2015

Mengenal Budidaya Tanaman Pangan



     "Jenis Tanaman Pangan"
 
Kelompok tanaman yang termasuk komoditas pangan adalah tanaman pangan, tanaman hortikultura non-tanaman hias dan kelompok tanaman lain penghasil bahan baku produk pangan. Tanaman pangan utama, yaitu tanaman yang menjadi sumber utama bagi karbohidrat dan protein untuk memenuhi kebutuhan tubuh manusia.

Hasil budidaya tanaman pangan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri dan diperdagangkan sehingga dapat menjadi mata pencaharian. Hal ini menjadikan tanaman pangan sebagai komoditas pertanian yang sangat penting bagi bangsa Indonesia.

Tanaman pangan dikelompokkan berdasarkan umur, yaitu tanaman semusim dan tanaman tahunan. Tanaman semusim adalah tanaman yang dipanen dalam satu musim tanam, yaitu antara 3-4 bulan, seperti jagung. Tanaman tahunan adalah tanaman yang terus tumbuh setelah bereproduksi atau menyelesaikan siklus hidupnya dalam jangka waktu lebih dari dua tahun, misalnya sukun dan sagu.

Tanaman pangan juga dibagi menjadi 3 kelompok yaitu serealia, kacang-kacangan, dan umbi-umbian. Kelompok serealia dan kacang-kacangan menghasilkan biji sebagai produk hasil budidaya, sedangkan umbi-umbian menghasilkan umbi batang atau umbi akar sebagai produk hasil budidaya.

  Berikut tabel contoh tanaman pangan!
Serealia
Kacang – kacangan
Umbi – umbian
Padi
Kedelai
Singkong
Jagung
Kacang Tanah
Ubi Jalar
Sorgum
Kacang Hijau
Talas

 1)  Padi (Oryza sativa L.)

Padi memiliki batang yang berbuku dan berongga. Akar padi berupa akar serabut. Bulir padi terdapat pada malai yang dimiliki oleh anakan. Budidaya padi dikelompokkan menjadi padi sawah, padi gogo, dan padi rawa. Tanaman padi diperbanyak dengan menggunakan biji.




2)  Jagung (Zea mays L.)

Jagung memiliki batang tunggal yang terdiri atas buku dan ruas. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah, namun masih pada pohon yang sama. Jagung dapat ditanam di lahan kering maupun di lahan sawah sesudah panen padi. Tanaman jagung diperbanyak dengan biji.
 


3)  Sorgum (Sorghum bicolor L.)
 
Sorgum memiliki batang yang berbuku-buku. Sorgum diperbanyak dengan biji. Sorgum dapat ditanam pada berbagai kondisi lahan, baik lahan subur maupun lahan kurang subur atau lahan marjinal karena sorgum memiliki daya adaptasi yang luas.


4)  Kedelai (Glycine max L.) 


Kedelai merupakan tanaman semusim dengan tinggi tanaman antara 40 - 90 cm, memiliki daun tunggal dan daun bertiga (trifoliate). Daun dan polong kedelai memilliki bulu. Tanaman kedelai memiliki umur antara 72 – 90 hari. Kedelai diperbanyak dengan biji. Berdasarkan warna bijinya, kedelai dibedakan menjadi kedelai kuning, hijau kekuningan, cokelat, dan hitam.



 

5)  Kacang tanah (Arachis hipogeae L.)
Kacang tanah diperbanyak dengan biji. Kacang tanah memiliki batang yang bercabang dengan tinggi tanaman antara 38-68 cm. Tanaman ini memiliki tipe tumbuh dengan memanjang di atas permukaan tanah. Kacang tanah dapat dipanen pada umur 90-95 hari setelah tanam.



 
6)  Kacang hijau (Vigna radiata L.)

Tanaman kacang hijau merupakan tanaman pangan semusim yang mempunyai umur panen antara 55-65 hari setelah tanam. Kacang hijau memiliki tinggi tanaman antara 53-80cm, batang bercabang serta daun dan polong yang berbulu. Kacang hijau diperbanyak dengan biji. Kacang hijau dapat ditanam di lahan kering maupun di lahan sawah sesudah panen padi.



 
7)   Singkong (Manihot utilissima)
         
                                          
Tanaman singkong atau ubi kayu merupakan tanaman berkayu yang dipanen umbinya. Daun tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai sayuran. Tanaman ini biasanya diperbanyak dengan menggunakan stek batang. Umur tanaman ubi kayu sekitar 8-10 bulan. Tanaman ubi kayu mempunyai daya adaptasi yang luas, tetapi umumnya ubi kayu ditanam di lahan kering.

                                                  
8)  Ubi jalar (Ipomoea batatas L.)

Tanaman ubi jalar adalah tanaman pangan yang memiliki batang panjang menjalar. Tipe pertumbuhannya dapat berupa semak, semak-menjalar atau menjalar. Ubi jalar dapat diperbanyak dengan bagian ubi, pucuk batang, dan setek batang. Umur tanaman ubi jalar berkisar antara 4-4.5 bulan. Warna kulit umbi maupun warna daging umbi bervariasi, mulai dari umbi yang berwarna putih, krem, orange atau ungu.





         
Tanaman pangan menyebar secara merata di seluruh wilayah Indonesia dan terdapat beberapa daerah yang menjadi sentra pengembangan tanaman pangan tertentu. Misalnya, Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi sentra produksi beras. Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, dan Jawa Timur adalah sentra produksi untuk kedelai. 


          Tanaman serealia umumnya diperbanyak dengan biji serta dapat dibudidayakan di lahan sawah atau lahan kering, sedangkan tanaman pangan umbi-umbian diperbanyak dengan stek serta umumnya ditanam di lahan kering. Berdasarkan ketinggian wilayah, tanaman pangan dapat dibudidayakan pada berbagai jenis lahan dari dataran rendah sampai dataran tinggi.

          Hasil budidaya tanaman pangan biasanya berupa biji atau umbi. Hasil budidaya tanaman pangan dapat dimanfaatkan dengan cara langsung dimasak atau dijadikan bahan baku industri.

          Misal padi, digiling menjadi beras. Beras dapat dimasak langsung menjadi nasi atau diolah menjadi tepung. Selain nasi, beras dapat dimasak menjadi lontong, bubur dan lepat, atau tapai. Tepung beras dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kue-kue basah, kue-kue kering dan mie. Contoh lainnya adalah kedelai yang dapat dikonsumsi langsung dengan cara direbus atau diolah menjadi tempe, tahu, kecap, dan susu.

          Pangan hasil olahan dari hasil budidaya tanaman harus bermutu baik dan memenuhi syarat keamanan pangan. Persyaratan dasar yang harus dipenuhi meliputi Good Agricul-ture Practices (GAP)/Good Farming Practices (GFP) untuk budidaya, Good Handling Practices (GHP) untuk penanganan pascapanen serta Good Manufac-turing Practices (GMP) untuk pengolahan.

Kamis, 26 Februari 2015

Kewirausahaan


Salam hangat bagi para pembaca, semoga Allah SWT selalu menjaga kita dalam lindungan-Nya.
Kita adalah rakyat Indonesia, kita hidup disebuah negara yang kaya akan sumber daya alam dan penuh dengan keanekaragaman. Namun masih terdapat banyak sekali orang-orang pengangguran yang terdapat terutama dikota-kota besar. Solusi dari pengangguran adalah pekerjaan. Namun timbul masalah baru, yaitu 'mengapa banyak sekali orang-orang yang sulit mendapat pekerjaan?' itu karena kita bergantung pada perusahaan-perusahaan besar, dan orang-orang hebat untuk memilih kita untuk menjadi pekerjanya. Padahal perusahaan-perusahaan besar milik negara maupun swasta sangat sedikit dibandingkan seluruh masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Lalu apa solusinya? Itulah yang akan kita bahas sekarang, yaitu 'WIRAUSAHA'.

Bingung kenapa solusinya wirausaha? Karena dengan berwirausaha kita tidak perlu lagi bergantung pada perusahaan-perusahaan besar dan orang-orang hebat yang bahkan tak mengenal kita. Kita cukup bergantung pada diri kita sendiri dan menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri. Dan kita juga memiliki sebuah lembaga koperasi simpan pinjam yang bertujuan untuk mendorong usaha-usaha perekonomian kecil. Jangan salah paham dulu, walau awalnya disebut usaha perekonomian kecil bukan berarti itu tidak bisa dikembangkan menjadi besar lho ya.

Sebenernya wirausaha itu apasih? kok sepertinya hebat banget?
Wirausaha adalah kemampuan kreatif dan inovatif untuk menciptakan sesuatu yang bernilai lebih tinggi dengan mengoptimalkan segala daya upaya, seperti mencurahkan waktu, dana, psikologis, dan penerimaan penghargaan atas kepuasan seseorang. Wirausaha biasanya merupakan sebutan pekerjaan bagi seorang wirausahawan.

Lho? Wirausahawan? Itu apa lagi?
Wirausahawan adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi. Atau bisa diartikan juga sebagai seseorang yang melakukan aktivitas wirausaha. Dahulu seorang wirausahawan juga biasa disebut 'partikelir'. Wirausahawan juga dibagi menjadi 4 kategori, antara lain :
  1. Penemu, mendefinisikan konsep, unik, baru, penemuan atau metodologi.
  2. Inovator, menerapkan sebuah teknologi baru atau metodologi untuk memecahkan masalah baru.
  3. Marketer, mengidentifikasi kebutuhan di pasar dan memenuhinya dengan produk baru atau produk subsitusi yang lebih efisien.
  4. Oportunis, sebuah broker, pialang yang menyesuaikan antara kebutuhan dengan jasa yang diberikan dan komisi.
Nah, ada satu lagi nih yang perlu kalian tau tentang wirausaha, yaitu kewirausahaan.
Lho? Ada lagi? Itu yang seperti apa? kok banyak banget tapi ga ada bedanya?
Kewirausahaan itu adalah suatu ilmu yang mempelajari tenang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya.

Sekarang biar kalian lebih mudah memahaminya, kita singkat yah. Jadi pada intinya wirausaha itu adalah kemampuannya, wirausahawan itu adalah orangnya, dan kewirausahaan itu adalah ilmu yang mempelajarinya.
Nah, itu semua baru perbedaan dasar istilahnya. Kira-kira apa aja sih sikap yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan, antara lain :

  1. Keinginan untuk preferensi tanggung jawab atas risiko yang lebih besar, wirausahawan tidak mengambil risiko secara liar melainkan memperhitungkan terlebih dahulu risiko yang akan diambil.
  2. Keyakinan akan kemampuan mereka untuk berhasil. Biasanya memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuan mereka untuk berhasil.
  3. Keinginan untuk hasil segera.
  4. Tingkat tinggi energi, lebih energik daripada rata-rata orang.
  5. Orientasi terhadap masa depan. Berorientasi pada masa depan, wirausahawan kurang peduli dengan apa yang telah mereka lakukan kemarin dibandingkan dengan apa yang akan mereka lakukan besok.
  6. Keahlian dalam pengorganisasian, tahu bagaimana menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat.
  7. Secara efektif menciptakan sinergi antara orang dan pekerjaan, sehingga memungkinkan wirausahawan untuk mewujudkan visi mereka menjadi kenyataan.
  8. Nilai prestasi atas uang.

Sekian dulu artikel dari saya, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Salam hangat bagi para pembaca :)